Ternyata menulis itu gak segampang dengan apa yang gue pikir dulu yaa. Gue salut dah dengan penulis2 sekarang, kayak Bang Dikung (Raditya Dika), penulis novel, apalagi kalo novelnya sampe trilogi, nggak kebayang dah gimana rumitnya, dan para bloger2 yang blognya pernah gue kunjungin. Mereka bukan hanya sekedar menulis, tapi juga memberikan inspirasi dan hiburan tersendiri bagi orang2 yang gemar membaca.
Dulu gue pernah mempunyai pikiran yang intinya meremeh temehkan gitu tentang menulis, "Aaahhh..., anak SD aja bisa nulis, apalagi gue". Kalimat tersebut pernah ada didalam otak gue yang cetek ini. Ternyata eh ternyata.... Susahnya Naauzubilahhiminzalik....!!! Bukan hanya sekedar nulis apa yang ada dipikiran kita, tapi juga memikirkan bagaimana caranya agar tulisan kita mudah untuk dimengerti dan dipahami pembaca. Selain itu penggunaan tata bahasa yang jelas, kayak titik, koma, tanda seru, tanda tanya, dan teman2nya dah....
Dan juga membuat tulisan kita seperti hidup. Dengan konsep yang, 1. Variatif, nggak terlalu munoton atau kaku, tambahkan sedikit lelucon didalamnya. 2. Konstuktif, tulisan kita juga harus bersifat membangun Gan...!! jangan hanya galauan elo aja yang kamu tulis, mungkin dengan sedikit motivasi, tips, himbauan, atau hanya sekedar mengingatkan pembaca. 3. komunikatif, buatlah tulisan yang bersahabat, dengan merubah sedikit paragraf menjadi kayak sebuah dialog, agar pembaca nggak bosan dengan yang kita tulis.
"But, life must go on". Kata2 itu yang sekarang menjadi penyemangat hidup gue. Gue nggak terlalu ambil pusing dengan apa yang orang lain katakan tentang diri gue. Inilah gue dan hidup gue, suka2 gue dong ya ?? Tapi, gue selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya, dan gak mungkin terjadi kalo gue nggak dibantu sama teman2, sahabat, dan keluarga gue sendiri.
Banyak teman2 gue yang nanya, "apa sih maknanya elo nulis di blog??", "emang ada orang2 yang baca tulisan lo di blog tu?". Dan gue cuma bisa jawab, "yaahh... Cuma untuk iseng2 doang kok". Simple tapi pasti. Banyak sebagian orang menilai sesuatu hanya dari penampilan luarnya saja, tapi mereka tidak tahu kalo sebenarnya sesuatu yang biasa, bisa menjadi luar biasa bagi orang2 yang tahu tentang sesuatu yang biasa tersebut. (bingung...??? sama...!!!).
Ternyata menulis itu bisa ngilangin stres juga loh... Yaaahhh.... Dengan menulis, gue bisa ngungkapin isi hati gue, kedongkolan gue, kegalauan gue, gak perlu mempublikasikannya secara langsung tentang apa yang gue rasain.
Contohnya,
1. ketika gue lagi panas banget sama orang: "lo tu jadi orang anj*ng banget sih jadi orang".
2. ketika gue lagi galau sama seseorang: "elo tau gak sih...!! gue tu sayang banget sama elo..!!".
3. ketika gue lagi sedih: "ya tuhan... kenapa sih tuhan ngasi cobaan yang berat ke gue?? gak kuat..!!".
Dari ketiga contoh diatas, gue menarik sebuah kesimpulan yaitu, nggak semua yang elo rasain dapat dengan mudah elo publikasikan. Mungkin berbeda dengan orang2 yang blak2an, yang to the point, tanpa memikirkan apa akibat yang akan ditimbulkan jika kita mempublikasikannya. Dan gue pikir, orang2 tersebut akan lebih banyak dapat musuh ketimbang dapat teman. I think, nobody in this world has same, between one people and other people.
Disela2 gue nulis nih posting. Gue menemukan sebuah blog yang isinya mantap banget dah. Judulnya "DIARY CATATAN SI BOY", sekilas gue baca isi postingnya, gue tersadar akan fakta yang mengatakan, "Blog elo tu belon ada apa2nya tau gak, elo masih harus banyak belajar tentang menulis", dan untuk kesekian kalinya, Gue...!!! (Japari Arismunanda) diceramahin sama diri gue sendiri...!!! T,T Hisk....
Gue kasi linknya dah buat elo elo yang kepingin liat tu blog http://www.diary-catatansiboy.blogspot.com/
Gue juga ngeCopy-Paste sedikit tulisan dari blog tersebut. Menurut gue, tulisan tersebut sangat profesional banget, sekelas sama tulisan2 pujangga2 jaman dulu gitu...
Pencarian sosok ideal atau sempurna memang gampang-gampang susah. Ada yang sangat dimudahkan dipertemukan dengan jodoh sempurnanya, ada yang harus melalui puluhan momen sakit hati, ada pula yang nggak pernah puas, selalu merasa ada yang kurang sempurna dari pasangannya.
Tapi untuk apa sih kita mencari pasangan yang sempurna? Sempurna itu tidak membuat kita dewasa, sempurna itu tidak membuat kita berpikir...
Seharusnya kita sudah bisa bersyukur mendapatkan pasangan yang membuat kita berpikir, sehingga kita bisa cukup dewasa menemukan solusi dari tiap masalah percintaan yang mungkin terjadi.

