Rabu, 01 Februari 2012

Review Buku Manusia Setengah Salmon

Setelah gue beli buku MSS-nya Raditya Dika (lebih tepatnya dibeliin, tapi tetep pake duit gue sendiri), sama seperti buku2 yang terdahulu, dengan sukses gue dibuat ngakak sama isi bukunya. Tapi dibalik semua kelucuan tersebut ada banyak hal yang gue dapat tentang hidup.

So.. Cekidot langsung aja Review-nya

Judul : Manusia Setengah Salmon
Penulis : Raditya Dika
Harga : Rp 42.000

 Manusia Setengah Salmon atau yang sering disebut MSS (singkatannya, yang nggak tau bego!). Terdiri dari 19 Bab yang bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Trus ada juga kumpulan penggalauannya Bang Dika di account twitter-nya (@radityadika) ditambah sama wawancara sama hantu2 indonesia dan paper "Jomblonology" (ilmu hitam yang sedang ia dalami)

Dari setiap bab yang ada dalam MSS (Manusia Setengah Salmon) pasti ada pesan moral didalamnya (unmoral lebih tepatnya) tapi kebanyakan ke-absurd-annya yang lebih menonjol. 

Mulai dari "Ledakan Paling Merdu". Disini terlihat jelas adanya hubungan absurd antara seorang ayah dan anak. Dimana setiap pagi bokapnya Bang Dika nganjurin buat "Senam Kentut". (TOPBGTLAHPOKOKNYA). Dan ada juga bab2 yang isinya tetang adik paling bungsunya Bang Dika si Edgar, yang selalu diceritakan sebagai hama dan diperlakukan dengan tidak berprikedikan, seperti membuka aib adiknya sendiri. Edgar yang malang (tragis).


Next ke bab selanjutnya dimana Bang Dika lagi patah hati "Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat"
ada beberapa Quote dari Bang Dika yang sampai sekarang maasih terngiang2 ditelinga gue yang ngasi semangat 45 ke gue untuk move on (dan elo semua tau hasilnya..!! NGGAK BISA).

Monggo dibaca Quotenya:

Ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah, gue dan dia juga tidak salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama.

Putus cinta sejati adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah, kadang kita di paksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong

(Nih kata2 yang buat gue pengen ngais tanah...!!!!!! seandainya elo tau apa yang sekarang gue rasain T^T hisk.. bayangin kalo elo ada diposisi gue..!!! TUHAAAANNNNNNN *agak lebay)

Tulisan dalam kurung jangan dihiraukan karena tidak ada kaitannya sama sekali dengan Review MSS. Well... Lanjut ke bab berikutnya "Kasih Ibu Sepanjang Belanda" yang menceritakan kepergian Bang Dika selama dua minggu ke Belanda yang diisi dengan kekhawatiran seorang ibu kepada anaknya yang teramat sangat berlebihan dan terkadang membuat Bang Dika kesal tapi ngangenin.

Dan ini Quote yang gue ambil dari bab "Kasih Ibu Sepanjang Belanda":
Sesungguhnya perhatian orang tua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.

Ada juga bab yang menurut gue sangat impossible sekali untuk ditiru dan menurut gue isi bab ini adalah khayalan atau imajinasi dari sang pengarang (Raditya Dika). Yang paling absurd adalah ketika Bang Dika nemuin akun Facebooknya Genderuo dengan nama: OnDoLUwoh. Setelah gue baca bab ini, sukses sekarang gue jadi nggak takut sama hantu OnDoLUwoh (genderuo). #ABSURDMAKSIMAL!!!

"Tarian Musim Kawin" (next bab), mungkin banyak yang akan terbuka mata hatinya setelah baca bab ini. Dari cerita temannya Bang Dika yang bernama Trisna bahwa "kita ga akan selalu bisa dapetin apa yang kita pengin. 
Dan lagi2 sebuah quote dalam bab ini yang dikutip dari Mick Jagger: 

You can't always get waht you want, but if you try, sometimes you just might find you get what, but if you try, sometimes you just might find you get what you need ( kamu tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kamu mau, tapi jika kamu mau mencoba, mungkin kamu bisa dapat apa yang kamu butuh)

(Perbedaan yang sangat tipis antara keinginan dan kebutuhan, apa yang akan mejadi prioritas utama untuk dipenuhi terlebih dahulu)

Dan yang paling ditunggu2 oleh kaum Jomblo adalah bab yang ini in. "Jomblonology", karena disini sang pengarang membuat sebuah Paper bagi kaum Fakir Asmara Bukan Pengemis Cinta. Yang sekarang katanya Jomblonology akan dimasukin dalam kurikulum pendidikan tahun 2090 dan masih diteliti kesahihannya dalam dunia perjombloan. (note: buat elo2 yang mentalnya lemah, sebaiknya jangan membaca bab ini).

Next, pada bab ini, "Lebih Baik Sakit Hati" kenapa? karena disini ceritanya sang pengarang (Bang Dika) lagi sakit gigi dan memutuskan untuk cabut gigi bahkan sampe operasi segala. Karena gigi geraham yang menandakan bahwa kita udah dewasa.

Quote: Tumbuh dewasa memang menyenangkan, tetapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit-sakit ini. The paints of growing up. 'Pindah' menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri.
The Last adalah "Manusia Setengah Salamon" yang merupakan judul dari buku ini. Pada bab yang terakhir ini, cerita Bang Dika ketemuan lagi sama temen2 SMAnya. Dengan segala perubahan yang telah terjadi, dari teman2 yang dulu masih SMA dan sekarang ada yang sudah menikan bahkan, ada yang sudah punya anak pulak.

Quote: Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, ga perlu menjadi manusia super. Kita Hanya perlu menjadi manusia setengah salmon yang berani pindah.

Intinya: Setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Begitu juga dengan manusia yang setiap tahun pasti ada yang berubah dan pindah meskipun hidup ini nggak gampang dan hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi dengan perpindahan adalah sesuatu hal yang pasti.

PS: yang nggak baca in buku!!! gue pastiin dia nggak kenal sama Sang Inspirator  Raditya Dika (pesan nggak penting)

Comments